Archive

Browsing

renungan harian kristen

Ketika Yesus mengatakan bahwa Ia datang untuk memberi hidup, maksudnya adalah bahwa Ia memberi hidup-Nya sendiri bagi orang percaya (Yoh. 10:10). Inilah anugerah yang terbesar bagi dunia. Hendaknya, pernyataan Yesus ini tidak hanya dipahami bahwa Yesus mati di kayu salib untuk menebus dosa kita, titik. Kita harus memahami apa maksud penebusan tersebut, mengapa kita harus ditebus, apa makna kata “dosa” dalam teks ini? Menjawab pertanyaan ini, perlu waktu panjang untuk menjawabnya. Bagaimana pun, kita harus memahaminya dengan benar. Sebelum ditebus, seseorang belum bisa menjadi milik Tuhan untuk diubah melalui proses pemuridan, sebab Tuhan belum memiliki hak atas mereka. Menebus manusia dari dosa artinya mengambil manusia melalui transaksi dengan sarana pengurbanan-Nya untuk membeli manusia, guna menempatkan manusia sebagai manusia yang memiliki keberadaan “tepat “seperti diri-Nya. “Tepat seperti diri-Nya” bisa berarti tepat seperti Bapa di surga. Yesus tegas mengatakan bahwa kita harus sempurna seperti Bapa. Manusia yang tidak meleset artinya manusia yang sempurna seperti Bapa.

Kemelesetan

Bicara mengenai kemelesetan, hal ini bertalian dengan Roma 3:23 yaitu semua orang telah berbuat dosa dan telah kehilangan kemuliaan Allah. Kata “dosa” dalam teks ini sebenarnya terjemahan dari kata kerja hamartano, yang artinya melakukan tindakan yang tidak tepat. Kemelesetan (Yun. hamartia) inilah yang membuat manusia tidak memiliki kemuliaan Allah. Kemuliaan Allah berarti suatu nilai atau kualitas hidup. Jadi, kalau Yesus memberi hidup-Nya, artinya Yesus mengajarkan cara hidup-Nya atau hendak mengimpartasi gairah hidup-Nya kepada mereka yang mau menerima-Nya, yaitu dengan giat belajar sebagai murid-Nya. Kalau seseorang belajar mengenakan kehidupan Yesus, kemuliaan Allah dikembalikan pada diri-Nya secara berangsur-angsur. Tentu melalui proses yang panjang. Dengan demikian, penebusan oleh Yesus merupakan usaha Allah mengembalikan nilai atau kualitas hidup yang seharusnya dimiliki manusia. Yesus menjadi pokok keselamatan, artinya Ia menjadi sumber atau penyebab (a causer) diubahkannya orang-orang yang mau taat atau mengikuti jejak hidup-Nya. Inilah anugerah yang luar biasa. Kita memiliki karunia sulung Roh. Untuk ini, orang percaya harus berani meninggalkan dunia.

Kesulungan

Diperkenan memiliki kehidupan seperti Yesus adalah “karunia sulung Roh.” Berbicara mengenai kesulungan, harus dilihat dari perspektif adat Yahudi. Anak sulung adalah anak terkemuka yang mendapat warisan paling utama dalam keluarga. Anak sulung mewarisi takhta bapanya, kalau ayahnya adalah seorang raja. Anak sulung memiliki tempat yang khusus dalam keluarga. Sebenarnya, kalimat “karunia sulung Roh,” dalam teks Yunaninya tertulis ten aparkhen tou pneumatos (Rm. 8:23). Dalam teks aslinya, tidak ada kata karunia, tetapi “buah.” Jadi lebih tepat diterjemahkan “buah sulung Roh.” Mereka yang termasuk “buah sulung Roh” adalah orang-orang yang istimewa, yang memiliki keberadaan lebih mulia dari manusia lain dalam pandangan Allah. Mereka adalah orang-orang yang belajar dan mengerti kebenaran, serta dibentuk menjadi sempurna oleh kebenaran tersebut (Yak. 1:18). Mereka adalah orang-orang yang meninggalkan dunia dan tidak mencemarkan diri dari segala kenajisan.

Orang percaya adalah umat pilihan yang memiliki kesempatan meraih hak kesulungan ini. Sebab, kepada umat pilihan Tuhan memberi kuasa (Yun. exousia, Ing. right) supaya menjadi anak-anak Allah. Hak tersebut menyangkut penebusan, Roh Kudus, Firman Kristus atau Injil, dan penggarapan Allah melalui segala perkara. Kalau kesempatan ini disia-siakan, hak kesulungan ini tidak akan diperoleh. Bisa saja mereka masuk dunia yang akan datang, tetapi tidak termasuk kelompok keluarga Kerajaan Allah. Mereka yang masuk dalam istana Kerajaan sebagai anggota keluarga Kerajaan adalah mereka yang telah menang melawan Iblis, menjadi corpus delicti bagi kemuliaan Allah, seperti yang Yesus telah lakukan. Inilah orang-orang yang memiliki kemenangan seperti yang diraih oleh Yesus. Kemenangan yang diperjuangkan dengan mempertaruhkan segenap hidup tanpa batas. Ini bukanlah kemenangan gratis yang diperoleh secara otomatis setelah percaya secara akal kepada Yesus, melainkan buah dari perjuangan secara individu.

Dua Kelompok Besar

Sejatinya, di langit baru dan bumi yang baru nanti terdapat dua kelompok besar. Pertama, mereka yang hanya diperkenan masuk dunia yang akan datang sebagai anggota masyarakat. Mereka termasuk kelompok orang yang diselamatkan dengan kualitas keselamatan yang rendah. Mereka adalah hasil dari penghakiman menurut perbuatan (Why. 20:12-15). Kelompok yang kedua adalah mereka yang menjadi anak-anak Allah. Mereka adalah anggota keluarga Kerajaan yang akan memerintah bersama-sama dengan Tuhan Yesus Kristus atau dimuliakan bersama-sama dengan Tuhan Yesus. Kelompok kedua ini adalah orang-orang yang dituntut untuk sempurna seperti Bapa atau serupa dengan Yesus. Mereka juga harus berani menderita bersama-sama dengan Yesus (Rm. 8:17).

Sumber: https://www.rehobot.org/beranda_renungan/meraih-kemenangan-dengan-perjuangan/

Incoming search terms:

Bestariwebhost vps murah indonesia Web Hosting murah Resep123 Hosting Murah