Maleena Music
About

Maleena Music is united and empowering community of inspirational entrepreneurs in entertainment industry providing and sharing an advanced and innovative and prosperous networks and services especially in entertainment ecosystem industry and other leading industries.... The company is established by Artha Meris Simbolon or most known as MALEENA . A short abbreviation for Maria Magdalena, which is her Catholic given name. As an inspirational creative businesswoman, Maleena initiates the task with great friends and family as her own good driven willingness to support the industry to have a proper benchmark and transparency business solutions and for her to expand her capabilities. Aside from her multitalented and God's given blessings on her, she wrote the song: Pray for Indonesia in 2019. The song was written in search of God's mercy to heal Indonesia, keep the nation safe and calling God's Children to make impact or do good by #praytogether and #prayforIndonesia and soon to repent and have a compassionate heart that is lacking from some people and leaders. She invited Indonesian Idols in this song including some Christian Gospel singers to convey her intentions and more people practice the Gospel. Her first praise and worship album "Siapakah Aku ini Tuhan", was released in 2018; and "Hurt" in 2019 now is available on Spotify and iTunes. Her upcoming songs are also written from her inspirational true story. An uplifting Christian song with the theme of faith, victory and grace that is experienced in Jesus Christ whom sends peace, love and His blessings on blessings for her.





Maleena/Renungan Harian /LIDAH YANG BIJAKSANA

LIDAH YANG BIJAKSANA

LIDAH YANG BIJAKSANA

**_Amsal 15:1-33 Lidah orang bijak mengeluarkan pengetahuan, tetapi mulut orang bebal mencurahkan kebodohan. (Amsal 15:2)_** Konon seorang perempuan kulit putih mengajak anaknya naik taksi yang dikemudikan pria kulit hitam. Anak itu baru pertama kali melihat orang kulit hitam sehingga ia ketakutan. “Bu, apakah orang ini penjahat? Apakah yang dilakukannya sehingga kulitnya begitu hitam?” Sopir terdiam sedih. Ibu itu menjelaskan, “Bukan, Nak. Ia orang yang baik. Kamu ingat ketika kita bermain di kebun bunga? Ingat biji-biji bunga yang kita lihat itu? Banyak yang berwarna hitam, tetapi bunga yang memenuhi taman itu berwarna-warni!” Anak itu mengangguk-angguk. Kini ia tersenyum, tidak takut lagi pada sopir taksi. Menurut Amsal, hati orang benar menimbang-nimbang jawabannya, tetapi mulut orang fasik mencurahkan hal-hal yang jahat (ay. 28). Lidah orang bijak mengeluarkan pengetahuan (ay. 2), tetapi lidah curang melukai hati (ay. 4). Menyadari hal ini, pemazmur memiliki tekad, untuk menjaga diri, supaya jangan berdosa dengan lidahnya, hendak menahan mulutnya dengan kekang (Mzm. 39:2), dan memohon Tuhan untuk mengawasi mulut dan berjaga pada pintu bibirnya (Mzm. 141:3). Banyak orang menggunakan mulutnya untuk mengucapkan kata-kata yang melemahkan dan menghancurkan kehidupan orang lain. Setiap berbicara, dari mulutnya keluar silet, pisau, atau golok, yaitu perkataan yang menyayat, menyakiti, melukai dan memedihkan perasaan orang lain. Hendaklah kita menggunakan mulut secara bijak sehingga jawaban dan penjelasan kita dapat membangun, menguatkan orang lain, menenangkan dan menyejukkan suasana. MULUT YANG DIKENDALIKAN TUHAN PASTI MENGELUARKAN PERKATAAN YANG MEMBERKATI ORANG LAIN.

Tom Willis

Written By: Artha Meris Simbolon

Producer "Maleena Musik.

Komentar